Dad's Moment: Gratis!
- Babe lagi cerita soal pengalamannya jaga pameran produk pertanian. Banyak banget karakter orang yang beliau temuin di pameran pertanian itu. Kebetulan salah satu agenda acara dari stand babe adalah membagi-bagikan benih gratis ke pengunjung yang datang. Ternyata selain ucapan terimakasih, ada berbagai komen atau kejadian menarik mengenai hal gratisan ini. Tipikal Indonesialah, siapa sih yang ga suka gratis hahahaha... tapi yang membuat babe heran adalah betapa banyaknya orang yang udah dikasih GRATIS PULA n GA PERLU MBAYAR ...eeh masih kurang!!
- Seorang pengunjung tanya-tanya mengenai tanaman sayuran yang di pamerin.
- P: ini ada bibitnya ga, pak?
- D: Oh ada, ini ada bibitnya kebetulan dibagikan gratis, khusus cabe, kalo mau ini saya kasih.
- P: lhoh ini cabe thok to pak? la seledrinya mana? ga sekalian??
- D: O iya, lah ini baru cabe dulu ,pak. kalo mau seledri yo monggo, pak, dateng di pameran selanjutnya.
- P: ooo kapan, pak?
- D: yaaaa masih 6 tahun lagi lah pak!
- P: waaaa kok lama paaakk??
- D: iya itu pun njenengan harus ke Papua.
- P: ??!!!
- Di hari lain, ada pembagian souvenir benih padi 5kg senilai 50 ribu rupiah untuk para anggota kelompok tani. Tujuan pembagian souvenir itu untuk ditanam dan dikembangkan oleh petani. Tapi ternyata masih aja ada orang yang "Ngenyang" (nawar).
- D: Ini pak souvenirnya. Ini benih padi gratis memang dibagikan untuk kelompok tani.
- P: oooo... berapa kilo ini pak?
- D: 5 kg , pak.
- P: ga sekalian pupuknya po pak?
- D: ooo nggeh sekalian bawa stand'e mawon pak!
- and Dad said to me : udah dikasih padi lo, masih minta pupuk. padahal udah dikasih gratis. untung ga tak jawab, "yo tak kasih traktor'e sisan, tapi njupuk neng Jerman, mlaku!"
- : )) LOL!
- Masih pembagian benih padi. Ada seorang pengunjung yang udah dapet souvenir tapi mau dapet lagi secara gratis n diem-diem. Setiap souvenir diberikan ke pengunjung kalo dia sudah ngisi buku tamu, kuisioner dan anggota kelompok tani. Nah si bapak ini sudah ngisi kuisioner dan sudah dapet souvenirnya waktu pagi. eehh sorenya dia mbalik lagi, pura2 liat stand, liat barang njuk tau2 mlipir mau milih-milih souvenir. Nah si bapak ternyata sudah di amati sama babe sedari tadi, dan ditanya lah sama babe.
- D: Bapak udah ngisi buku?
- P: Udah tadi , pak.
- D: maaf,sampeyan kan udah dapet tho pak?,tadi pagi?
- P: haa..ng... ini meh ngambilin buat temen'e pak.
- D: loo, ya maaf ya pak, kan kami sudah bilang tidak bisa diwakilkan. ini kan cuman souvenir ga seberapa, mbok ga usah pake cara-cara gitu pak, jujur ae.
- Ada juga pengalaman waktu jaga pameran stand produk pertanian. Ada banyak produk-produk makanan yang udah diolah jadi sesuatu yang baru, seperti permen karamel dari susu kambing (menurut temen yang udah nyobain, rasanya kayak ngemot langsung dari kambingnya : ))), ada keripik-keripik, snack dan lain-lain. Tentu ga ketinggalan promo ala produk bermerk, ya itu: ada yang bisa diicip - icip.
- P: Pak, ini produknya gimana ya pak? rasanya?
- D: oh ini ada yang bisa dicicip kok, bu, silahkan!
- P: (nyicip) hmmm... lah ga sekalian nyicip tu sebungkus gitu lo pak, apa dua bungkus hehehe
- D: ooo boleh-boleh tapi harus habis sekarang ,ya bu, ya. Itu saya masih ada 2 ton dibelakang.
- P: oo nggeh sak bungkus cukup kok pak ga usah banyak-banyak.
- D: la nek mung sakbungkus tu nanggung'e ,bu, hargane paling mung piro, nek mau ya tak ambilkan itu 2 ton.
- P: (melipir pergi)
- Secara ga sadar atau reflek kali ya ? kita suka ngomong atau sekedar guyon minta tambah untuk hal-hal gratis. Tapi justru itu, dari hal kecil sebenernya bisa jadi hal besar. Sekarang jadi makin lebih hati-hatilah, lebih bersyukur, lebih mengurangi mengeluh, dan lebih banyak bertindak. Jangan cuman diem dan berharap orang lain yang melakukannya untuk kita. Tanggung jawab masing-masing dikerjakan sendiri, jangan sampe yang ngerjain orang lain!. Terkadang kita masih banyak yang lupa sama hal-hal kecil diatas. Lebih banyak ribut mengenai hal-hal yang seharusnya ga perlu diributkan (*lirik tv -->salah satu yg suka melebaykan sesuatu)
- Intinya dari semua kejadian diatas, terkadang kita udah dikasih sesuatu, entah itu besar, entah itu kecil, entah itu barang, entah itu kesempatan, tapi bukannya bersyukur dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, malah minta lebih. Ibaratnya udah dikasih gratis pula, itukan udah lumayan, harusnya justru pemberian itu di pikirkan gimana supaya ga malah jadi sia-sia. Gimana supaya bisa manfaat. Gimana supaya bisa lebih berguna. Itu cuman kejadian-kejadian kecil dari sebuah pameran pertanian, yang berlangsung beberapa hari aja. Kebayang dong kesempatan untuk mendapatkan hal-hal"gratis"nya para anggota DPR. Ngeri!
Dad's Moment: Lampu!
- Quality time with my Dad always interesting and entertaining : )). Beliau selalu berkomentar atau ngemukakan pendapat dengan celethukan - celethukan lucu. I'm enjoy it so much. Semua pengalaman hidup bikin babe saya kaya kosakata dan wawasan.Dulu saya ga pernah ngerti apa yang sebenernya babe omongin, tapi seiring umur It's kinda interesting, I think! jadi makin ngertilah (dikit).
- Yah Ini sih cuman percakapan biasa di sebuah siang sama babe. Suatu hari beliau di cegat untuk operasi kelengkapan surat kendaraan. Memang babe udah lama protes dan bertanya-tanya tentang kebijakan menyalakan lampu di siang hari. dan akhirnya kebetulan pas dapet momennya. Ya disini babe saya ngomong dan jawab dgn gaya bercanda slengekan khas jawa timurnya hehehehe.
- P: maaf ya pak, ini panas - panas begini perjalanan terhenti.
- D: Lhoh?! panas apanya pak? orang gelap gulita gini .... kalo siang terang benderang ya baru panas, ini kan gelap gulita pak!
- P: (heran) Lhoh la bapak ini ngelindur po piyeee, perasaan yo ga pake kacamata hitam kok siang dibilang gelap gulita, pak.
- D: Lhaaa itu motor-motornya pada ngurupke lampu gitu pak, berarti kan ini malem pak! harusnya bapak le operasi, le mriksa pake senter biar tambah keliatan!.
- P: .... hehehe... ya kan bukan kita pak yang bikin aturan.
- D: lha wong ngatasi kecelakaan kok malah ngurusi lampu! lha yang bikin kita terhindar dari kecelakaan itu rem'e bukan lampu.
- after all, my Dad said to me, mendinglah kalo ada razia mengenai kelayakan sepeda motor misal apakah ada bagian2 dari sepeda motor yang ga berfungsi sehingga bisa memicu terjadinya kecelakaan. mendinglah kalo ada penyuluhan atau kampanye adab berkendaraan, berlalu lintas yang baik dan bener, kalo namanya ada halangan di depan ya di rem, bukan di"dim/dikasih lampu atau malah mungkin diklakson. Indonesia tu lucu yo sekaligus hebat hanya dengan aturan lampu katanya bisa ngurangi angka kecelakaan lalu lintas.
- D: motor-motor di sebelahku ki pada ngampet ngguyu! mungkin ga berani kali ya meh ngakak di depan polisinya :))))
- yeah right! kecuali memang motor2 sekarang lebih canggih hanya pake lampu bisa menghambat laju kendaraan bermotor hehehehe....
well I thought, caring for animals was just simple. I was completely wrong!. They also have feelings, know how to thank and caring us. First, I don’t give a care about how animal feelings. Wild animals can take care of themselves, find food with their instinct. Yet, it is true, they have instinct but when they become your pet. They adapt with the condition being taken care by human. There is a way to control them but PATIENCE is the key to deal with it. Sometime we put down all pet’s need as trifling things. Sometime busy become our reason to postpone their dinner time. or when you clean up their poop. And sometimes their misbehaviour really make you angry. I startled when the veterinarian told that even stressed can cause pet to death. Your caring, your attention can make them struggle.
The picture above is Billy Boy. He was entrusted to my friend for a while. When his master bring him from our house for the first time. He was sick, the veterinarian thought that he won’t longer live. Because of his master was too busy with many things happened in her life, once again, Billy stayed in our house. Day after day, Billy became more healty, strong and handsome :). The veterinarian was amazed because Billy’s health back to normal again. She said it was a miracle. Billy was entrusted by his owner for five month (what a “busy” person if she put billy in that long period :(, ). My friend knew there was something fishy about it. She thought the owner didn’t have time to take care of Billy. So she ask to adopt it to someone who could love and take care of him. But in just a time, the owner flew away from other city to our house without any message or call, she came to our house to bring billy back. Do you know what billy had have done during a day before we knew his owner would come to take him? He crawling beside me, ask for caress, scratch his back, and lick my hand. He became a spoiled child for a day. what a lovely pet. FYI, actually he is my “enemy” in the house. He always scratch my beloved chair, stand in my table, and step on my laptop!. But in the end, his instinct made him to say thanks to people in the house.
I hope when you take care of a pet. Please give attention into a small thing. They actually can be a nice creature, even you and your pet actually can communicate each other. How to do it, just give attention more closely. If you measuring your ability to take care a pet and you realize, you are not a pet lover person. Just give your pet in the right hand. GoodBye Billy Boy, many love from us.
BLAH BLAH BLAR
I am so sick of this matter. It has so complicated and so childish problem. All the key was tolerant, don’t be stubborn, just tell what do you want. Peoples don’t have any sixth senses to read your mind!. Why we always wait until he/she realizes that you mad at them. That wouldn’t work!! Why would I care?? As long as you didn’t tell me. And why torturing yourself become the only way to send your messages? You can’t wait they’ll start a communication for you. That’s not the way of communicate each other. Communicate is when you tell them what was just happened or wrong, not wait for them to speak.
All peoples grown up, but so few of them being a mature person. What do you want? what is your point? your purpose?. They won’t read your messages until you tell them. or maybe you’ll see that they’ll think you are a crazy mad person who cannot deal with any problem solver and they become tired then left you behind. Is that what you want? Any choices is in your hand!. Both, your happiness or wretchedness!. Some peoples tell me, happiness is about your mind set.
I really hate when someone didn’t realize how lucky he/she is, how healthy he/she is, how beautiful she is. There are a sea of problems out there. Every person have their own.
—-“Just Whining” —- author : youhats
