Justifikasi Kebahagiaan

Udah luamaaa banget sebenernya pengen ngebahas ini. LUAMAAA banget tapi ditahan karena tadinya ngerasa ga penting juga sih bahasannya. Cuman seiring berjalannya waktu, ternyata ini masalah sepele yang turns out sangat mempengaruhi hidup kebanyakan dari kita. 

Suatu hari, temen SMA ngajakin nonton film seru bareng2 dengan beberapa temen lama juga, itung-itung reuni kecil. Ngumpul plus nonton bareng waktu itu berlangsung seru, nyaman, dan fun. Tanpa disangka, ternyata ada salah satu dari kami, yang pada awalnya dibujuk untuk ikutan syusyaaah banget. Dia punya ketakutan-ketakutan akan social pressure dan basa basi nyinyir ala orang Indonesia. Takut di tanya-tanya, diulik-ulik kemudian dinyinyirin tentang kehidupannya saat ini. :( 

Dan, orang yang kayak dia ga cuman satu dua doang tapi ada banyak. Menarik diri dari pergaulan atau persaudaraan (trah keluarga biasanya) karena social pressure. Karena memang kalo ngadepin yang kayak gini pas hati lagi jelek, emang bisa kebawa stress hingga depresi. Jahat kan? 

Untungnya, kami para kumpulan bebal anti basa basi garing yang terdiri dari emak-emak satu anak mbois, trio gadis unyu yang belum berkeluarga dan semuanya memiliki latar belakang pekerjaan berbeda-beda. Ga ada obrolan kapan kawin, kapan hamil, kapan punya anak lagi, kapan punya cucu, kenapa belum beli rumah, kenapa belum beli mobil, udah S2 apa belum dan sederet ARGH questions lainnya. Everybody know well, bahwa ini quality time. Menikmati waktu bersama, bercanda sejenak saling melepas penat dari kehidupan sebelah yang super keras. Jadi, ngapain harus saling memberatkan dengan memberondong pertanyaan-pertanyaan basa basi. 

Paling setuju dan suka sama lagu Endank Soekamti berjudul Long Live My Family. Kurang lebih liriknya begini: 

“Apa kabarmu teman-temanku
Lama terasa tidak bertemu
Mungkin dirimu telah banyak berubah
Jadi apapun tidak masalah

Aku ada disini menghiburmu, sekali lagi seperti dulu, senang ataupun susah”

Yup, Jadi apapun tak jadi masalah. Rejeki, jodoh, anak, ada Allah yang ngatur ga perlu lah itu ditanya ke yang bersangkutan. (mending lu nanya ke Allah langsung, Yang Maha Tahu, sekalian didoain lebih well). 

Ga perlu juga grup pertemanan kamu jadi ajang mimbar pengumuman “colongan”, kapan kamu lulus S4, kapan kamu kredit mobil untuk kesekian kali, kebiasaan hengot kamu dimana dan harus kemana, si anak prestasinya udah setinggi langit keberapa, dan lain-lain. Pernah berfikir? kalo diantara temen2mu itu ada yang mungkin makan nasi sama kecap aja udah bersyukur. Itu yang kayak gitu, kamu sebut pertemanan? atau legalitas untuk dapet pengakuan bahwa kamu sukses dan bahagia, sih?. Dan ga perlu juga kamu sidak, apakah temenmu itu yang belom nikah, usahanya udah poll apa belum, yang belom punya anak udah ke klinik tong fang apa belom. 

Di balik senyum mereka, sikap santai mereka, ketenangan mereka, bukan berarti mereka ga sedih, kecewa, berharap, dan mungkin sudah berusaha semaksimal mungkin. Hal-hal kayak gitu ga perlu kan orang sedunia tau, apalagi ke kamu, iya kamu, orang baru/ lama /ga pernah ketemu/ ga deket/ emang ga pernah peduli. You never know what have they done so far so please stop judging.

Bahagia tiap orang punya tolak ukur yang berbeda-beda. Ga selalu duit, ga selalu status sosial, ga selalu pendidikan dan lain sebagainya. Biarkanlah berjalan apa adanya, buat temenmu nyaman, hargai kehidupan mereka, kebahagiaan mereka. Bukannya lebih menyenangkan kita saling menyemangati ya? saling kasih solusi? ketimbang nyinyir basa basi?

Dan buat kamu yang dulu ada di posisi pernah di basa basi in, pernah dinyinyirin. Jangan pernah kepeleset untuk melakukan hal serupa, ketika roda kehidupan membuatmu ada di posisi yang sudah lebih baik. 

Ada blog menarik juga yang membahas gimana rasanya mendapat social pressure, disini. Guys, Hidup bukan kompetisi. Semua punya jalan cerita indah masing-masing. Pertemanan bukan justifikasi kebahagiaanmu. Dan ada hal yang aku yakinin sambil observe sana sini : orang-orang yang suka nyinyir dan tanya basa basi itu justru orang yang hidupnya juga ga lebih baik dari yang ditanya kok. Bisa dicek dan waktu yang akan membongkar semuanya. :))

Menolak Menyerah

Ga ada yang lebih keras selain ditampar sama Tuhan sendiri. Dan setiap dari kita menyikapinya berbeda-beda. Kadang tamparan untuk si A lebih keras dibanding si B dan gak lain itu karena memang kadar kita untuk digembleng sama Allah beda-beda. Dan ga ada alasan untuk ga berterimakasih sama Tuhan karena gemblengannya akan bikin kamu kuat ke depannya. Inshaa Allah ya aamiin.

Kemarin aku alpha, terlalu takut untuk jadi diri sendiri dan mengekor pula seribu alasan lainnya hanya untuk sekedar mencari ‘kemaren itu aku kenapa?’. Alasan tinggal alasan, yang muncul ketika ada yang namanya introspeksi dan penyesalan. Ketika nasi sudah menjadi bubur, kita lupa bahwa Allah masih bisa  kasih kamu kerupuknya, empingnya, kacangnya, suiran ayamnya dan daun bawangnya. Ya kalo kurang pedes bisa dikasih sambel atau kecap. 

Iya, buat nasi yang udah jadi bubur. Ga selalu apa yang udah terjadi itu buruk. Kalo masih bisa diperbaiki kenapa enggak?. Kenapa harus takut sama omongan orang? takut dinilai gini, gitu? kenapa takut? belom dicoba ga perlu takut. Salah soal biasa sejauh kamu masih manusia dan lebih luar biasa kalo kita mau memperbaikinya.  Proses hidup itu kan belajar dan belajar lagi kan, sama sama belajar. Karena toh empingnya mesti digoreng dulu kan, ayamnya mesti direbus sama disuir dulu kan. Begitu juga kita butuh waktu untuk memperbaiki semuanya dan ini bagian dari proses.

 Aku: MENOLAK MENYERAH, hingga saatnya tiba, meskipun tinggal doa yang jadi senjatanya. Siapa yang ga mau menyantap bubur ayam hangat lezat pake emping dan suiran ayam?. Kita cuman bisa nunggu saatnya matang. Dan aku akan nunggu dengan sabar hingga kita bisa nyantap bubur ayam itu sama-sama. Mau dimakan sepiring berdua kek atau pesen satu lagi ke abangnya ga masalah. Yang penting kita sudah mencoba. SEMANGAT!! aku pasti bisa!.

Selamat berjuang buat kalian yang juga sedang bikin bubur ayam haahhaa.

Finally I understand now :)

Really looking forward to say hi, and laugh each other looking back to the past, someday. *salim

"Daijyoubu & Ganbatte Ne~~"

My life is perfect sama dengan punya temen-temen sempurna dengan ketidaksempurnaannya (bingung-bingung dah). Tapi mereka, orang-orang yang struggle and tough menghadapi hidup beserta masalahnya, asem garemnya, dan tetek bengeknya tanpa menye - menye dan drama. Mereka emang belum sempurna menjalani agamanya tapi menuju proses kesana (semoga ya Allah, aamiin) dengan selalu berbuat baik sama orang (at least ga rampas hak atau ganggu orang lain dan makhluk lain, catet!), tahu bagaimana menempatkan diri, bersikap, dan selalu ada ketika teman itu susah. Hal kecil yang keliatannya remeh tapi justru sepertinya akhlak yang baik dimulai dari sini kan?. 

Mereka jago ngece tiada hari tanpa ngece, tanda sayang dan kecup klomoh katanya. Ga segan-segan buat kasih support, mendengarkan hingga tuntas, membantu kasih solusi sampe menegur jika salah. Dibalik kebaikan yang ditulis diatas, mereka semua bukan berarti ga punya masalah. Masalah-masalah yang mereka hadapin itu jauuuuuuhhhh lebih berat dari sekedar remah khong guan yang aku hadapi hahaha. Ngaca, Ngaca dah! malu hahahaha kalo ga ambil pelajaran dari semangat mereka. Malu kalo ga bangkit lagi habis jatoh. (Hug you guys )

Terkadang kita mesti ditampar untuk bisa melihat hidup dari sisi yang berbeda. Kenapa kamu harus takut melangkah dan salah? Kata seorang klien sekaligus abang: “Salah kemudian diluruskan dan dibenerin itu baru manusiawi. Yang ga manusiawi itu kalo kita berbuat salah kemudian dibiarkan”.  Dibalik pertemuan ada perpisahan, dibalik suka ada duka, dibalik tinggi ada rendah, itu semua biasa. Tinggal bagaimana kamu mau menghadapinya. Mau jadi apa, itu keputusanmu, apapun itu kamu sendiri yang menanggung akibatnya. 

Ada sebuah blog yang bilang (lupa euy nama blognya) “jadilah seperti pegas, pegas itu ketika dia mengalami titik terendah, dia akan melesat melenting bangkit melompat lebih tinggi”. (ya sambil dengerin sheila on 7 melompat lebih tinggi lebih ciamik). Apapun yang terjadi rencana Tuhan itu luar biasa. ini juga banyak disebut nih, sama mario teguh sampe pak angkringan yang liat muka mu kusut se kusut bungkus nasi kucing. Tapi sebagus apapun quotenya yang namanya ada di titik terendah ya pait, butek, item, dah  itu , titik. :-P

Ikhlas dan maaf, relain aja. Embeeer ngomong gampang tapi cepat atau lambat we must learn about it.  Yang bisa kamu lakukan sekarang cuman berlari kencang atau berjalan pelan. karena waktu ga bisa kembali sehingga kesempatan yang ada di depan mesti kamu ambil atau tinggalkan. kalo kamu ambil ya siap dengan resikonya kalo salah lagi ya jalan lagi perbaiki semuanya. kalo kamu tinggalkan ya ga usah ada penyesalan. Kalo ternyata ketemu lagi di masa depan ya hadapi aja. 

Jadi kesimpulannya, hidup itu indah. :-) 

I’ve learn something (instrospeksi lah ya), I never regret about we met, I am sorry for everything And I am proud with my self that I’ve forgive and forget. May Allah be with us.

Tags: daily

Flat illustration for FMS fertival,
You can order here : https://www.fiverr.com/tukatuku/create-illustration-with-flat-style-for-your-website

Flat illustration for FMS fertival,

You can order here : https://www.fiverr.com/tukatuku/create-illustration-with-flat-style-for-your-website

I open commission work for your design need in fiverr. Please visit my gig, if you like what you see, just hit the order button. I’ll do the best for you.