Rame - rame jadi dosen

Ada apa dengan profesi dosen? sehingga rata-rata tertarik untuk lanjut S2 dan daftar menjadi dosen. Bahasan tema ini udah berulangkali di obrolin dari jaman lulus, temen2 pada nikah sampe terakhir liat komen FB seseorang 5 menit yang lalu. Aku gak akan ambil pusing buat yang mau berprofesi jadi dosen, toh, profesi mulia tauk! selalu berbagi ilmu dengan orang lain, membangkitkan kemampuan seseorang yang tertidur, bikin orang yang tadinya gak bisa jadi bisa. Salut! buat para dosen. 

Murid2 para dosen itu disebut mahasiswa. udah maha-nya para siswa. kurang apa tuh? pake kata Maha!. Dimana pada tahapan ini, yang lebih banyak berperan mencari ilmu adalah mahasiswanya. “Jadi ya tinggal mengarahkan, trus mereka yang cari sendiri ilmunya praktiknya” kata siapa yah lupa. Kemajuan teknologi membuat kemudahan tersendiri untuk para pencari ilmu, tinggal gugling, yutupan di cafe ber- wifi sampe subuh. 

Aku sendiri belum punya nyali untuk jadi dosen. Lahir di keluarga yang mana nenek profesinya dulu guru, oma juga guru, emak juga berprofesi sama, cukup untuk membuat aku tau bahwa ini bukan masalah gaji, tunjangan, sertifikasi, dan jaminan masa depan. Ini soal pengabdian!.  Nah itu! ituuuu!  karena belajar tidak mengenal usia, waktu dan tempat. Kalo memang punya jiwa pendidik biasanya ga peduli dimana, kapan dan berapa, dia bakal ada untuk ngajarin kamu. Pendampingan ini dan penyaluran semangat  ini yang juga aku rasakan banget cukup merubah rasa percaya diri untuk sadar bahwa aku bisa lebih dari ini. Ga kebayang kalau waktu itu, ga ada si Pak Dosen yang begitu percaya bahwa aku bisa melebihi dari yang aku capai waktu itu. Mungkin, aku bakal ga lulus atau skripsiku ambyar!. atau entah aku kerja mbabu dimana ahahahha.

Aku termasuk salah satu anak yang disekolahkan terlalu dini. Otak belum siap berhitung sudah masuk SD. Setiap lompatan SD, SMP, SMA punya masalah dengan menyusul pelajaran. Sulit untuk memahami sesuatu (bahkan emak yang seorang pengajar aja ampun2an ngajarin aku :’( ). Bisa sih, tapi butuh waktu lama untuk sampai ke tahap paham. Waktu SMA, ada guru yang kerjaan nya nyidiiiir mulu (bukannya disemangatin kek diajarin kek) kalo aku gak bisa. Berasa bodo bangetlah dulu, makin gak pede, minder, tenggelam, hanyut, ngelarung!. Kuliah tuh ya, minder, hahaha tapi tak umpetin. Gak pede dengan apa yang dibuat. Sampai bertemu Pak Dos yang justru beliau kasih suntikan semangat. Bukan mendownkan tapi malah di ayo-ayo-in, di “kamu pasti bisa” in. Siapalah saya pak, jagopun tidak!. Kepercayaan dia yang hanya secuil itu, suntikan semangat yang cuma sesekali ketemu di kampus itu, bener2 merubah cara saya belajar dan memahami sesuatu. Karena ada rasa bersalah jika sampai mengecewakan. Gak kebayang jika di titik krusial itu si Pak Dos tidak hadir. Meski ya, biasalah namanya mahasiswa, bandel-bandel, kadang merasa lebih pinter dan lebih up to date suka ngeremehin dosen ini. Apapun kata yang lain, aku benar2 tertolong waktu itu hingga  saat ini.  Dan dari proses ini aku baru paham bahwa ternyata aku seorang visual learner. Lebih mudah memahami sesuatu dengan lihat langsung caranya, lihat gambar, lihat prakteknya, lihat contohnya, harus melihat!. 

Menginspirasi, mendorong dan membekali seseorang dengan ilmu itu gak gampang.  Ada juga orang yang (bukan! bukan bodoh!) tidak punya kesempatan untuk belajar lebih sehingga ga mendapat ilmu seproporsional yang lain. Adalagi yang bener-bener ngeblank ga ngerti apa-apa, baru keluar kandang, polos dan ga tau mau kemana. Belum lagi tiap individu itu unik, punya cara tangkap yang berbeda, bisa visual, audio atau kinetik. Jadi sikapmu, semangatmu dan perasaan tulus mu bisa benar-benar merubah masa depan seseorang. Semoga teman-teman yang mau jadi dosen bisa benar2 menjadi seorang pendidik yang baik dan pemberi semangat yang joss,  tidak hanya mengejar materi. 

Alternate Book Cover Design for mbar Jenny Jusuf’s book called Eat Play Leave. Twitter people had choose the last one for the final cover. Recommended book of foreign people who visit Bali. Funny, Fresh and Exciting :) Enjoy!
(image: http://flowerhapsody.blogspot.com)
Zoom Info
Alternate Book Cover Design for mbar Jenny Jusuf’s book called Eat Play Leave. Twitter people had choose the last one for the final cover. Recommended book of foreign people who visit Bali. Funny, Fresh and Exciting :) Enjoy!
(image: http://flowerhapsody.blogspot.com)
Zoom Info
Alternate Book Cover Design for mbar Jenny Jusuf’s book called Eat Play Leave. Twitter people had choose the last one for the final cover. Recommended book of foreign people who visit Bali. Funny, Fresh and Exciting :) Enjoy!
(image: http://flowerhapsody.blogspot.com)
Zoom Info

Alternate Book Cover Design for mbar Jenny Jusuf’s book called Eat Play Leave. Twitter people had choose the last one for the final cover. Recommended book of foreign people who visit Bali. Funny, Fresh and Exciting :) Enjoy!

(image: http://flowerhapsody.blogspot.com)

Keluhanmu Kekuatanku

 Dari judulnya aja so idih banget!! tumben-tumbenan aku pake judul kayak gitu tuh. 

Jadi gini, siang ini, kerjaan baru aja kejar deadline mau lanjut ke lainnya rehat dulu. Karena film ga da yang baru, path gitu - gitu aja, facebook males buka, ya udah iseng ngintip timeline seorang kawan di twitter. Beberapa isi postingan twitternya berupa kemarahan , kejengkelan,  (keluhan sih ya lebih tepatnya) ke entah partner kerja, atasan atau tempat kerjanya. Gara-gara ini, jadi ke inget tentang beberapa teman yang juga suka mengeluh tentang kehidupan rumah tangganya, tempat kerjanya, pacarnya dan lain sebagainya.

Nah, yang bikin nge-ganjel adalah dimata aku, mereka adalah orang-orang yang justru kondisinya 180 derajat dari keluhan yang mereka sampaikan. Si tukang keluh kerjaan misalnya, dia merasa kerjaan dia suka dikritik, atau ada partner yang suka ngomongin di belakanglah atau partner kerja yang rese-lah dan lain-lain, sedangkan tempat kerjanya berbeda dengan kantor temen satu lagi sebut saja si sabar yang gaji suka dikredit perusahaan, THR telat, hari libur nasional KAGAK LIBUR, lembur dianggap wajib, uang lembur dianggep mubah, boleh dikasih boleh enggak HELL kan?. Kondisi kayak di atas akan selalu terjadi, gesekan antar partner atau atasan pasti terjadi selama kita bekerja dengan orang lain. Kalo udah ga betah ya keluar aja atau bikin usaha sendiri itupuuuun aku yakin masih akan ada gesekan. 

Si Keluh Rumah Tangga, entah kenapa dia sempat kelepasan bilang “lu mah single! enak, bebas bisa berkarya. Aku pengen bikin2 apa gitu tapi ga boleh kerja sama suami”. Kata ini dilontarkan beberapa temen yang udah married ke aku. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah : lah! yang mao kawin sapa?, yang milih suami sapa? kenapa aku yang jadi di enak-enakin? hehehehe Deuh temaaan, please ya, kalian diberi suami yang siaga, ga gengsi bantu kalian di rumah tangga, semua-muanya suami yang bertanggung jawab! dan yang terpenting anak2 kalian menggemaskan!!.

Gampang banget kayaknya pada bilang “Lu mah enak gini, Lu mah enak gitu!” Emang hidupku keliatan lebih enak ya? kalian mauk jadi akyuu?? wkwkwkw well, kawan-kawanku, semua keluhan kalian membuatku lebih bersyukur betapa Tuhan memberikan semuanya cukup. Ga mengeluh bukan berarti ga ada masalah. Kalo liat hidup kalian sih aku yang bakal bilang hidup kalian beruntung hahaha tapi sudahlah cukup jadi diri sendiri dengan segala kekurangannya aku cukup happy kok!. Ga jadi iri! :)

Jadi inget saran kakak kelas untuk “ngakali urip” alias siasati kehidupan.

Ngomong-ngomong, komik dan kerjaan lainnya harus segera disiasati ini!, sudah lewat deadline aaaaaaaaarrgh!